Perkuat Struktur Beton

Perkuatan struktur beton menggunakan fiber carbon

Konten

Struktur pada bangunan merupakan hal yang sangat crucial pada sebuah bangunan. Jika struktur pada bangunan tidak kuat, maka dapat dipastikan bangunan tersebut tidak berumur lama sehingga diperlukan perkuatan pada strukturnya.

Ada beberapa alasan mengapa diharuskan melakukan perkuatan struktur, seperti terjadi kerusakan struktur akibat beton yang retak, antisipasi bencana, ataupun perubahan fungsi bangunan. Adapun dalam memperkuat bangunan haruslah memperhatikan detail dan material struktur utamanya supaya dapat menentukan metode yang tepat dan efektif dalam perkuatan struktur beton

Menentukan daerah struktur yang perlu diperkuat

Hal pertama, tentu harus mengetahui dan menentukan struktur mana saja yang akan diperkuat. Bisa secara visual dimana jika struktur tersebut terjadi kerusakan, maupun berkonsultasi dengan teknisi struktural untuk struktur yang akan ditambahakan kapasitas bebannya, agar dapat menentukan model renovasi atau reinforcement yang tepat.

Setelah mengetahui titik struktur yang akan diperkuat, anda dapat menentukan metode pekerjaan perkuatan struktur beton sesuai dengan yang diperlukan.

Perkuatan beton secara konvensional

Perkuatan beton secara konvensional masih menjadi pilihan kebanyakan orang di Indonesia. Perkuatan struktur beton secara konvesional biasakan dilakukan dengan cara menambahkan kolom beton pada kanan kiri struktur utama yang akan diperkuat.

Dapat juga dilakukan dengan cara penambahan baja wf dibawah struktur yang akan diperkuat. Disini baja wf berperan menopang balok struktur serta memperkuatnya. Dalam pengaplikasiannya, baja wf dipasangkan menggunakan dynabolt ataupun chemical anchor pada struktur.

Baca Juga : Mechanical anchor vs chemical anchor, perbandingannya

Untuk celah yang timbul antara baja wf dengan balok penampang dapat di-injeksi-kan menggunakan epoxy resin TamRez 220TG agar tidak ada celah serta mengikat antara blok penampang dengan baja wf. TamRez 220TG memiliki keunggulan kekuatan perekat yang kuat, non-shrink, mutu tinggi, dan low-viscosity sehingga dapat masuk ke celah terkecil.

Tentunya pada kedua metode perkuatan secara konvensional ini akan menambah volume penampang, sehingga terlihat kurang cantik, menambah beban pada struktur itu sendiri, serta membutuhkan langkah kerja yang tidak sedikit sehingga waktu aplikasinya yang lebih lama.

Perkuatan beton menggunakan fiber carbon

Saat ini terdapat metode yang lebih baru dengan kelebihan yang tidak terdapat jika menggunakan metode konvensional. Walaupun metode ini tergolong baru namun perkuatan beton menggunakan metode ini sendiri tidaklah kalah kuat dengan metode yang telah lama ada. Terlebih jika menggunakan fiber carbon FRS dari fischer, yang telah lolos standar ACI (American Concrete Institute), sehingga dapat terjamin kekuatannya.

Perkuatan menggunakan fiber carbon ini sendiri praktis dan cepat. Selain itu material fiber carbon tidak menambah beban pada struktur itu sendiri, serta tidak merubah bentuk volume pada struktur, mengingat tipis namun kuatnya material fiber carbon itu sendiri.

Dalam pengaplikasiannya, struktur yang akan diperkuat akan dibersihkan, dan diperbaiki semua retak / crack yang timbul. Setelahnya, fiber carbon ditempelkan ataupun membalutkan pada struktur yang diperkuat dan diperkeras menggunakan resin khusus. Setelah pengaplikasan, daerah yang diperkuat dapat dicat kembali seperti semula.

Apakah anda membutuhkan perkuat struktur bangunan anda? Anda dapat konsultasi dengan tim teknis kami disini – gratis

Share Artikel ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on google
Google+
Share on whatsapp
WhatsApp
Arrow-up