Beton Retak : Penyebab dan Solusinya

solusi beton retak

Konten

Saat ini, hampir semua aspek kehidupan pasti bersinggungan dengan beton baik secara langsung maupun tidak langsung. Beton menjadi salah satu material utama yang sering digunakan dalam dunia konstruksi. Hal ini didasari pada kelebihan yang dimiliki oleh beton sehingga banyak konstruksi menggunakannya. Beton memiliki kelebihan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Selain itu beton  memiliki kekuatan mumpuni, tahan terhadap temperatur yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang relatif murah.

Penyebab beton retak

Namun seperti karya manusia lainnya, beton tidaklah sempurna. Beton memiliki beberapa kelemahannya yang menyebabkan keretakan pada beton, baik itu yang terlihat atau tidak terlihat. Retakan pada beton merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam dunia konstruksi, retakan pada beton bisa terjadi karena beberapa faktor seperti:

  • Terjadi susut pada beton
  • Tidak melakukan perawatan
  • Beban berlebih diatas kemampuan beton struktur
  • Campuran material yang tidak sesuai dengan kebutuhan struktur bangunan
  • Bahan-bahan material yang digunakan tidak sesuai dengan standar
  • Kesalahan struktur tulangan
  • Tanah labil

Jika terjadi keretakan pada beton, makan harus segera diperbaiki untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah dan menyebabkan hal yang tidak diinginkan di kemudian waktu. Untuk memperbaiki beton yang retak, anda dapat mengikuti cara dibawah.

Identifikasi visual beton yang bermasalah

Pertama yang harus dilakukan jika terjadi keretakan pada beton, melakukan identifikasi secara visual keretakan yang terjadi pada struktur beton. Identifikasi keretakan tersebut bertujuan untuk menentukan langkah yang akan dilakukan agar dapat melakukan perbaikan yang tepat, efektif, dan efisien pada daerah beton yang bermasalah atau retak. Kita dapat membaginya menjadi 2 macam retak, yaitu :

  1. Retak non-struktural (susut beton)
  2. Retak struktrual

Pada retak non-struktural biasanya mengakibatkan retak rambut hingga celah – 0.4 mm, sedangkan pada retak struktural dapat mengakibatkan retakan yang lebih besar hingga tembus atau bahkan membelah struktur tersebut.

Selain itu kita juga melihat daerah sekitar beton yang bermasalah, apakah bersinggungan dengan daerah basah atau kering.

Solusi beton retak

Untuk perbaikan beton yang mengalami keretakan struktural, sangat disarankan dengan cara injeksi material yang telah lolos standar . Untuk penginjeksian material pengisi keretakan beton harus melihat apakah beton tersebut basah (terkena air) atau tidak.

Beton basah

Untuk injeksi daerah beton yang basah (terkena sumber air) seperti water ground tank, dapat dilakukan dengan menggunakan material yang berkualitas dan tahan air seperti TamPur 100, TamPur 130, Tampur 136. Normet TamPur series memiliki keunggulan waktu settling yang cepat hingga friendly environment sehingga aman untuk lingkungan sekitar.

Beton kering

Sedangkan untuk injeksi pada beton yang kering (tidak terkena air), dapat menggunakan epoxy resin, seperti TamRez 220TG. Epoxy resin TamRez 220TG memiliki keunggulan kekuatan perekat yang kuat, non-shrink, dan mutu tinggi, low-viscosity sehingga dapat masuk ke celah terkecil.

Setelah melakukan perbaikan beton yang retak, disarankan untuk mengevaluasi hasilnya. Jika retakan tersebut terjadi karena penambahan beban sangat disarankan untuk memperkuat struktur yang terdampak agar mencegah keretakan yang sama pada beton, anda dapat menemukan informasinya pada artikel “perkuatan beton – cara tepat dan efisien memperkuat struktur beton”.

Jika anda ingin berkonsultasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami disini – gratis.

Share Artikel ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on google
Google+
Share on whatsapp
WhatsApp
Arrow-up