Mengenal Angkur, material serbaguna dan serba bisa.

fischer anchor

Konten

Apa itu Angkur ?

Apakah anda saat ini ingin mendekorasi bangunan dan menggantungkan beberapa benda pada dinding atau plafon? Pada umumnya orang akan menggunakan paku pada aplikasinya, karena. Namun penggunaan paku tidak dianjurkan untuk menggantungkan beban yang besar dengan jangka waktu yang lama. Disinilah angkur akan cocok untuk digunakan. Namun sebelumnya apakah anda tahu apa itu angkur?

Angkur adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan dinding dengan material yang akan dipasangkan. Sesuai dengan kegunaannya, angkur ini dapat menahan beban yang berat, seperti contohnya menggantungkan tv, kitchen set, mesin ac, hingga kanopi. Angkur sendiri terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan fungsi dan cara kerjanya.

Jenis-jenis angkur

Saat ini, terdapat beberapa jenis angkur yang beredar di pasaran dan dapat digunakan. Untuk sederhananya kita dapat membagi menjadi 2 jenis angkur sesuai dengan cara kerjanya, mechanical anchor dan chemical anchor. Lalu apa perbedaan dari dua jenis angkur tersebut?

Pada mechanical anchor atau angkur mekanikal, cara kerjanya secara garis besar melibatkan sistem mekanis, baik itu mengembang, knotting (tali simpul), penguncian, dan lain sebagainnya. Untuk mechanical anchor, Mr Safety memiliki beberapa contoh jenis yaitu ada fischer duopower, fischer sx, fischer ftp/ftp-k, fischer faz dan lain sebagainnya.

Sedangkan untuk chemical anchor atau angkur berbahan kimia, ia bekerja dengan cara bounding antara media aplikasi dan bolt / baut yang akan dipasangkan. Contoh chemical anchor yang ada seperti fischer FIS V, fischer FIS EM, fischer RM II.

Cara kerja angkur

Lalu bagaimana cara kerja masing jenis angkur tersebut?. Terdapat 3 cara kerja angkur, yaitu :

  • friction : angkur dengan cara kerja friction akan menciptakan gaya gesek antara media aplikasi dengan angkur yang dipasang. Ketika dikencangkan, material akan mengembang hingga angkur menekan ke media aplikasi, sehingga menciptakan gaya gesek. Anda dapat membayangkan ketika anda menggenggam balon, ketika balon tersebut belum mengembang, akan sangat mudah melepaskan dari gengaman anda, sebaliknya ketika mulai mengembang hingga menekan tangan, balon tersebut akan sangat susah dilepas.
  • undercut : angkur ini bekerja dengan cara “locking”. Pada angkur jenis undercut ini biasanya terbagi menjadi 2 komponen, baut dan selongsong. Ciri-ciri yang terlihat, angkur undercut memiliki semacam kepala pada ujung baut yang lebih besar, yang berfungsi sebagai penekan selongsong sehingga selongsong akan mengembang dan mengunci, mencegah angkur keluar.
  • bounding : angkur ini bekerja dengan cara bounding antara bolt dengan media aplikasi. Oversimplify-nya angkur ini seperti lem pada umumnya, namun dengan daya lekat yang sangat besar sehingga biasa digunakan pada konstruksi beton maupun baja.

Aplikasi tepat untuk kebutuhan

Sangat disarankan memilih angkur yang tepat kegunaannya serta media aplikasinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan standar yang ada. Seperti contohnya, penggunaan dynabolt pada media bata ringan dapat digunakan, namun karena jenis media aplikasi yang berongga menyebabkan kekuatan angkur akan sangat menurun. Akan lebih tepat jika menggunakan fischer duopower ataupun ftp-k akan sangat cocok pada media tersebut. Pemilihan angkur yang tepat ini lah yang menjadi salah satu point penentu dalam kekuatan dan umur angkur.
Jika anda memiliki pertanyaan seputar angkur, atau memilih angkur yang tepat untuk kebutuhan, anda dapat menghubungi tim kami disini – gratis.

Share Artikel ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on google
Google+
Share on whatsapp
WhatsApp
Arrow-up